Home Daerah Benarkah Bali Lebih Kebal Terhadap Covid 19?

Benarkah Bali Lebih Kebal Terhadap Covid 19?

39
0
SHARE
 Benarkah Bali Lebih Kebal Terhadap Covid 19?

Jakarta, INTERNEW.ID - Bali menjadi sorotan media asing karena disebut punya kekebalan misterius terhadap virus corona. Hal ini dikarenakan Bali tercatat mempunyai jumlah kasus corona yang sedikit padahal di sana banyak dikunjungi turis.

Media asing tersebut adalah Asia Times. Pada 14 Maret 2020 lalu, media yang berbasis di Hong Kong ini mempublikasi tulisan bertajuk "Bali's mysterious immunity to COVID-19.”

Dilihat detikcom, sejumlah media itu menyoroti mengapa Bali hanya memiliki kasus corona yang sedikit. Padahal, Pulau Dewata itu memiliki 4,2 juta penduduk dan beberapa di antaranya adalah warga asing. Corona di Indonesia seperti hanya terkonsentrasi di pulau Jawa.

"Juga tidak ada cerita rumah sakit kebanjiran (pasien), peningkatan tajam dalam kremasi atau bukti anekdotal lainnya bahwa virus corona merajalela di 4,2 juta populasi pulau mayoritas Hindu itu, di antaranya ribuan warga asing," tulis Asia Times.

Asia Times mengutip cerita seorang blogger asal Bali, Rio Helmi, yang heran mengapa Bali memiliki jumlah kasus corona yang rendah. Sejauh ini korban meninggal akibat corona di Bali adalah warga asing.

Padahal, menurut catatan Asia Times, jumlah wisatawan Cina yang datang ke Bali sempat meningkat pada bulan Januari. Di mana saat itu Wuhan sedang mengalami lockdown karena penularan corona yang luar biasa. Cina diyakini sebagai asal virus ini.

"Apa yang membuat situasi Bali begitu membingungkan adalah bahwa jumlah kedatangan wisatawan Cina ke Bali sebenarnya meningkat sebesar 3% pada bulan Januari, bulan yang sama dengan lockdown Wuhan. Bahkan, mereka masih tiba sampai 5 Februari ketika pihak berwenang akhirnya pindah untuk melarang siapa pun yang berada di Cina dalam 14 hari sebelumnya," tulis media yang fokus pada isu-isu kawasan Asia itu.

Meski begitu, Asia Times menyebut industri pariwisata di Bali tetap terdampak atas wabah virus Corona ini. Inilah dampak yang tak pernah terbayangkan, sejak peristiwa Bom Bali tahun 2002. Untuk diketahui, hingga Kamis 16 April, jumlah kasus Corona di Bali mencapai 113 kasus.

Sekretaris Gugus Tugas COVID-19 Provinsi Bali I Made Rentin mengatakan sedikitnya pasien positif virus corona atau COVID-19 di Bali terjadi karena masyarakat patuh terhadap imbauan pemerintah untuk physical distancing.

"Kesadaran masyarakat bisa dikatakan nomor satu, yang kedua kapasitas para petugas gugus tugas satgas di semua tingkatan kita lihat sudah cukup memadai dan mereka bergerak secara masif melakukan upaya-upaya termasuk berbagai instansi terkait," kata Rentin saat dihubungi detikcom.

Di sisi lain, menurut Rentin, ada faktor dari kegiatan spiritual yang kerap dilakukan masyarakat hingga tokoh agama setempat. Rentin mengatakan mereka tidak ada hentinya untuk terus memohon kepada Tuhan untuk dijauhkan dari wabah Corona.

"Kemudian di sisi lain jangan lupa kita di Bali meyakini dengan berbagai upaya spiritual budaya Niscala yang selalu dan terus kita lakukan para tokoh agama kita tokoh adat kita tidak henti hentinya melakukan upaya spiritual memohon kepada Tuhan yang Mahakuasa dan kekuatan itu kita yakini di Bali untuk segera menghilangkan wabah dari bumi Bali, khususnya dari Bali pun kita mendoakan untuk semua berlalu dan Indonesia dan internasional juga," ujarnya.

Rentin menegaskan, data yang diterbitkan oleh Gugus Tugas Provinsi Bali merupakan angka asli yang diperoleh secara resmi dari Litbangkes Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

"Saya mempunyai keyakinan bisa dikatakan 100 persen keyakinan saya bahwa data yang disajikan oleh ketua harian gugus tugas yang di-publish setiap hari itu real adanya, karena kita selalu berpatokan dengan adanya data yang berasal dari instansi yang berkompeten di bidang itu, yaitu Dinas Kesehatan," katanya.

"Jika masyarakat dan media international meragukan akan kepastian data yang dikeluarkan oleh Gugus Tugas Bali bisa dibandingkan dengan angka publish yang dikeluarkan oleh gugus tugas Nasional karena memang patokan kami pola kerja gugus tugas di Bali selalu melakukan publish resmi serta mendapatkan penegasan dari pusat kita tidak pernah mendahului," lanjut Rentin.

Photo : google image