Home Teknologi 50 Persen Internet di Papua Sudah Dibuka

50 Persen Internet di Papua Sudah Dibuka

107
0
SHARE
50 Persen Internet di Papua Sudah Dibuka

Jakarta, INTERNEWS - Masyarakat Papua dan Papua Barat sejak Rabu (4/9) malam sudah bisa merasakan akses internet kembali. Hal tersebut disebabkan oleh kebijakan pemerintah Indonesia yang sudah membuka aksea internet, baik data seluler maupun jaringan kabel.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Rudiantara menjelaskan, sejak Rabu (4/9) malam hingga Kamis (5/9) siang, sudah lebih dari 50 persen Kota atau Kabupaten di Papua dan Papua Barat bisa mengakses internet. Rudiantara juga telah berkoordinasi dengan pihak penyelenggara layanan internet.

"Sudah, sudah dibuka mulai hari ini di Papua itu lebih dari lima puluh persen, sudah lebih dari lima puluh kabupaten dan kota sudah diaktifkan kembali. Demikian halnya di Papua Barat daftarnya ada di pers rilis. Saya juga sudah berkoordinasi dengan operator dan akan normal kembali dalam hitungan jam," jelasnya saat ditemui di Jakarta, Kamis (5/9) seperti ditulis kumparan.

Rudiantara juga menambahkan, di wilayah yang belum dibuka akses internetnya, pihak Kominfo akan menyediakan tempat khusus untuk media massa guna memberikan informasi terkini situasi di Papua dan Papua Barat.

"Nah, yang sedang dipersiapkan yaitu di Sorong dan Manokwari bagi temen-temen media yang tidak bisa kirim berita karena tidak ada akses internet, disediakan seperti media center di sana, nanti menggunakan PC LAN, ada registrasi dalam arti antrean. Itu disiapkan di dua kota Jayapura dan Merauke dan ini hal diberikan selama layanan dari data internetnya tidak aktif," terangnya.

Ketika ditanya kapan akses internet di Papua bisa pulih 100 persen, Rudiantara belum bisa memastikannya. Ia menjelaskan, ada syarat tertentu yang harus dipenuhi, seperti situasi yang kondusif dan rendahnya penyebaran konten hoaks.

Berdasarkan data yang dimilikinya, hingga tanggal 2 September lalu, masih ditemukan sekitar 550 ribu URL yang berisi konten hoaks ditemukan di platform Twitter. Pihaknya sudah bekerja sama untuk menurunkan konten-konten tersebut. Selain itu, Kominfo juga bekerja sama dengan Facebook, Instagram, dan YouTube untuk memantau peredaran hoaks terkait situasi Papua.

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Chief RA ini mengatakan bukan dirinya yang memutuskan, apakah akses internet di Papua dan Papua Barat bisa 100 persen dibuka. "Ya belum tahu karena yang memutuskan bukan saya saja, ada koordinasi. Kita juga terus memantau dan berkoordinasi juga dengan teman-teman di lapangan," imbuhnya.

"Yang memutuskan kondusifitasnya bukan saya. Ya, dari sisi kondusifitasnya di lapangan, ya, kalau rusuh atau ada potensi rusuh, harus dicegah, kemudian tangani, pulihkan, ada tiga. Pencegahan bagian dari menghindari kerusuhan."

Berikut adalah daerah-daerah yang telah dilakukan pembukaan blokir atas layanan data atau internet, sejak Rabu (4/9) malam. Ada 19 Kabupaten di Provinsi Papua, yakni: Keerom, Puncak Jaya, Puncak, Asmat, Boven Digoel, Mamberamo Raya, Mamberamo Tengah, Intan Jaya, Yalimo, Lanny Jaya, Mappi, Tolikara, Nduga, Supiori, Waropen, Merauke, Biak, Yapen, dan Kabupaten Sarmi.

Sementara itu, layanan internet masih diblokir di 10 kabupaten lain di Provinsi Papua, meliputi Kabupaten Mimika, Paniai, Deiyai, Dogiyai, Jayawijaya, Pegunungan Bintang, Numfor, Kota Jayapura, Yahukimo, dan Nabire. Pembukaan akses internet masih menunggu situasi kembali normal dalam satu atau dua hari ke depan.

Pembukaan blokir atas layanan data juga dilakukan di 10 kabupaten di wilayah Provinsi Papua Barat, yakni Fakfak, Sorong Selatan, Raja Ampat, Teluk Bintuni, Teluk Wondama, Kaimana, Tambrauw, Maybrat, Manokwari Selatan, dan Pegunungan Arfak. Kemudian untuk Kota Sorong, Kabupaten Sorong, dan Kota Manokwari, akan terus dipantau situasinya dalam satu atau dua hari ke depan.

Photo : moeslimchoice.com