Home Politik Dituntut Mundur oleh Pendiri Partai Demokrat, SBY Kumpulkan Ketua DPD

Dituntut Mundur oleh Pendiri Partai Demokrat, SBY Kumpulkan Ketua DPD

181
0
SHARE
Dituntut Mundur oleh Pendiri Partai Demokrat, SBY Kumpulkan Ketua DPD

Keterangan Gambar : Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono

Jakarta, INTERNEWS - Memanasnya politik internal partai demokrat pasca tuntutan mundur ketua umum oleh Forum Komunikasi Pendiri dan Deklarator Partai Demokrat, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengumpulkan seluruh Ketua DPD Partai Demokrat seluruh Indonesia di Cikeas, Bogor, Kamis (11/7).

Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Pandjaitan mengatakan SBY untuk pertama kalinya berbicara politik usai kepergian Ani Yudhoyono. "Saya sampaikan teman-teman, besok Pak SBY sudah mulai bisa berdiskusi dengan kami, internal. Besok ada ketua-ketua DPD dan sekretaris se-Indonesia yang memang juga hadir malam hari ini," kata Hinca saat ditemui usai Doa Bersama Mengenang Almarhumah Ani Yudhoyono di Puri Cikeas, Bogor, Rabu (10/7) seperti dilansit CNN.com

Hinca menyampaikan SBY akan menyampaikan arahan-arahan untuk internal Demokrat. Sebab sejak mendampingi Ani pada 2 Februari 2019, arahan SBY ke Demokrat minim. Namun mantan Plt Ketua Umun PSSI itu tak menutup kemungkinan ada pembicaraan terkait langkah Demokrat usai Pilpres 2019.

"Paling tidak ke dalam, belum keluar (arahannya). Nanti kita tunggu besok," ucap dia. Arah politik Partai Demokrat juga jadi pertanyaan publik usai Pilpres 2019. Sebab pada pesta demokrasi tahun ini, Partai Demokrat masuk Koalisi Indonesia Adil dan Makmur yang mengusung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Namun koalisi itu resmi dibubarkan pada Sabtu (29/6) lalu setelah MK mementahkan gugatan Prabowo-Sandi terhadap hasil Pilpres 2019.

Sebelumnya, Salah satu pendiri Partai Demokrat, Hengky Luntungan yang juga tergabung dalam Forum Komunikasi Pendiri dan Deklarator Partai Demokrat mendesak Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mundur dari jabatan Ketua Umum Partai Demokrat.

Desakan ini disampaikan Hengky lantaran SBY dinilai gagal memimpin Partai Demokrat selama periode kepemimpinannya. Dia menilai SBY justru membuat partai porak poranda. Menurutnya SBY gagal selama menjadi ketua umum dalam dua periode pemilu yaitu tahun 2014 dan 2019.

Hengky bahkan menyebut SBY sebagai ketua umum yang tinggal kelas hingga dua kali karena telah menghilangkan lebih dari setengah suara pendukung partai dalam dua periode pemilu. Periode pertama, papar Hengky, SBY kehilangan suara pendukung partai hingga 50,05 persen dari suara semula sebesar 20,40 persen menjadi 10,19 persen perolehan suara. Pada periode kedua, perolehan suara kembali turun dari 10,19 persen menjadi hanya 7,77 persen.

Atas dasar itu, Hengky dan sejumlah anggota Forum Komunikasi Pendiri dan Deklarator Partai Demokrat mendesak SBY mundur dari jabatannya sebagai ketua umum melalui kongres luar biasa yang harus segera digelar dalam waktu dekat.

Photo : google image