Home Olahraga Komunikasi Internasional dalam ajang Asian Games 2018

Komunikasi Internasional dalam ajang Asian Games 2018

Oleh Poppy Ruliana dam Anggi Ayu Prameshwara) *

69
0
SHARE
Komunikasi Internasional dalam ajang Asian Games 2018

Keterangan Gambar : Poppy Ruliana dam Anggi Ayu Prameshwara

Pesta Olahraga Asia 2018  atau  Asian Games 2018, secara resmi dikenal sebagai Pesta Olahraga Asia ke-18, adalah acara olahraga multi-event regional Asia yang akan diselenggarakan di Indonesia pada tanggal 18 Agustus - 2 September 2018, di dua kota yaitu Jakarta dan Palembang, serta beberapa tempat sebagai tuan rumah pendukung yang tersebar di provinsi Jawa Barat dan Banten . Ini merupakan kedua kalinya Indonesia menjadi tuan rumah perhelatan Asian Games setelah Asian Games IV yang diadakan di Jakarta pada tahun 1962. Sebagian fasilitas yang dibangun untuk Asian Games IV akan kembali digunakan dalam Asian Games XVIII ini.

Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Asian Games akan diadakan di dua kota sekaligus dimana  setelah, OCA pada tanggal 5 Mei 2014 mengunjungi beberapa kota di Indonesia yang mungkin bisa menjadi tuan rumah Asian Games, seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Palembang.

Jumlah cabang olahraga yang akan dipertandingkan sebanyak 40 cabang, terdiri dari 32 cabang olahraga olimpiade dan 8 cabang olahraga non olimpiade. Ajang Asian Games merupakan komunikasi internasional  yang dilakukan oleh komunikator yang mewakili suatu negara untuk menyampaikan pesan-pesan yang berkaitan dengan kepentingan negaranya kepada komunikan yang mewakili negara lain.

Dilihat dari pelakunya, komunikasi internasional dapat dipandang antara official transaction transaksi resmi, yakni kegiatan komunikasi yang dijalankan pemerintah.

Pemerintah, sebagai salah satu pelaku utama komunikasi internasional, dalam penyelenggaraan ASIAN Games 2018 menjalankan diplomasi yang berpengaruh terhadap posisi negara yang diwakilinya dalam pelaksanaan ASIAN Games 2018 melalui komunikasi internasional menurut mantan presiden Amerika Jimmy Carter memberikan sebuah kutipan eratnya bahwa  komunikasi internasional dengan olahraga“ Sport... is the most peripheral and most  publicized form of International Communication and international relations.” (Bosshart dan Beck, 2013).

Selanjutnya mantan Presiden Amerika Jimmy Carter beranggapan bahwa olahraga adalah salah satu alat yang sangat tepat untuk meningkatkan hubungan internasional melalui interaksi dan komunikasi antar negara baik secara  bilateral maupun multilateral. 

Dalam kaitannya dengan pendapat Mantan Presiden Amerika Serikat tersebut, Asian Games 2018 sebagai pesta olahraga internasional sudah dapat dipandang sebagai suatu fenomena komunikasi internasional yang kompleks. Dikatakan kompleks karena ASIAN Games bersifat multilatelar dimana banyak negara Asian yang akan datang ke Indonesia untuk bertanding olahraga bisa berlangsung antara people to people ataupun goverment to government dan terjadi proses pertukaran pesan baik secara verbal dan non verbal dengan menggunakan berbagai saluran komunikasi sebagai alat publikasi dan promosi yang digunakan dalam ajang ASIAN Games 2018. 

 

Efek dari ajang ASIAN Games 2018 ini adalah meningkatkan citra dan reputasi Indonesia di mata dunia internasional.

ASIAN Games 2018 menarik untuk dijadikan ajang penelitian baik penelitian strategis maupun penelitian terapan/ studi kasus dalam bidang komunikasi internasioanal, menjadikan olah raga sebagi symbol yang kuat dalam kaitannya dengan diplomasi bagi permasalahan-permasalahan atau isu-isu diplomasi yang ada dalam studi komunikasi internasional untuk menciptakan hubungan internasional yang efektif.  Markham (1970) menyatakan, unit primer yang diamati dalam komunikasi internasional adalah interaksi antara dua negara atau lebih yang sifatnya Mass Mediated Communication, antara dua negara atau lebih yang berbeda latar belakang budaya.

Perbedaan latar belakang tersebut dapat berupa perbedaan ideologi, budaya, perkembangan ekonomi, dan perbedaan bahasa. Asian Games 2018 mampu memberikan pesan konkrit pada komunitas dunia bahwa dengan hubungan internasional Indonesia memiliki kekuatan atau  potensi dan diplomasi yang tinggi, lebih lanjut olahraga sebagai simbol komunikasi internasional unsur lintas batas wilayah kenegaraan dan aspek sosial, budaya, ekonomi dan politik juga pertahanan dan keamanan. 

*penulis adalah Ketua LPPM dan Wakil Ketua II Bidang Administrasi Keuangan STIKOM Interstudi Jakarta