Home Sekitar Kita Lion Air Bangun Monumen Peringatan Jatuhnya Pesawat JT 610 di Karawang

Lion Air Bangun Monumen Peringatan Jatuhnya Pesawat JT 610 di Karawang

24
0
SHARE
Lion Air Bangun Monumen Peringatan Jatuhnya Pesawat JT 610 di Karawang

Keterangan Gambar : Lion Air Bangun Monumen Peringatan Jatuhnya Pesawat JT 610 di Karawang

InterNews.id - Karawang,  Monumen peringatan korban pesawat Lion Air PK-LQP mulai dibangun. Sejumlah tukang tampak mengerjakan fondasi bangunan di Pantai Tanjungpakis, Kecamatan Pakisjaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Selasa (29/10/2019).

Tarman Suparman, pengawas proyek, menuturkan bangunan sepanjang 12,5 meter dan lebar 6,5 meter itu ditargetkan rampung dalam dua bulan. "Pembangunan dibiayai penuh oleh Lion Air," kata Tarman saat ditemui ketika mengawasi pengerjaan, Selasa (29/10/2019).

Tarman menuturkan dalam bangunan tersebut bakal dibuat monumen. Ada dua kemungkinan nama, kata Tarman. Pertama, Monumen Keselamatan Transportasi Udara atau Monumen Lion Air. "Dalam bangunan, rencananya akan ada aula, toilet, dan monumen," ungkap Tarman.
 

Ia menuturkan, Lion Air bermaksud membuat situs peringatan insiden jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT 610 di perairan Karawang 29 Oktober tahun lalu.

Pembangunan itu mengagetkan sejumlah keluarga korban. Manurung, misalnya, mengaku baru tahu Lion Air membuat monumen saat mengantar istri mendiang Martua Sahata, salah satu korban Lion Air, ke Pantai Tanjungpakis.

"Kami pada dasarnya menyambut baik (pembuatan monumen) kalau mereka (Lion Air) berkomunikasi. Saya baru tahu ada pembangunan monumen dari warga tadi pagi. Lion nggak ada pemberitahuan ke keluarga," kata Manurung saat dihubungi via telepon, Selasa (29/10/2019).

Manurung menuturkan warga setempat bercerita Lion membeli sebidang tanah untuk membuat monumen seharga Rp 80 juta. "Kami (keluarga) baru tahu saat tabur bunga dan berdoa di Tanjungpakis," ungkapnya.


epat satu tahun lalu, pesawat Boeing 737 MAX 8 Lion Air jatuh di perairan Tanjungpakis, Karawang. Pesawat yang dikemudikan pilot Bhavye Suneja dengan nomor penerbangan JT 610 itu berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Bandara Depati Amir, Pangkalpinang.

Namun, pada pukul 06.30 WIB, pesawat itu hilang kontak di Karawang dan jatuh dari ketinggian 3.000 kaki. Dalam insiden itu, 189 orang meninggal dunia.

sumber :detik.com

Respons Lion Air dan Boeing soal Hasil Akhir Investigasi KNKT:

Video Terkait: