Home Teknologi Peretas Situs Bawaslu diancam 10 tahun penjara

Peretas Situs Bawaslu diancam 10 tahun penjara

82
0
SHARE
Peretas Situs Bawaslu diancam 10 tahun penjara

Keterangan Gambar : Peretas Situs Bawaslu diancam 10 tahun penjara

InterNews.id, Jakarta - DS alias MR, alias Cakil, 18, warga Bekasi, tersangka peretas Situs Bawaslu diancam 10 tahun penjara. Ia dijerap pasal 30,32 dan 33 UU ITE lantaran dengan sengaja menjebol sistem pengamanan milik lembaga pemerintah.

Kasubdit II Bareskrim Cyber Kombes Asep Safrudin mengatakan pada gelar kasus itu, Jumat (6/7), di ketahui pada Situs Bawaslu http://inforapat.bawaslu.go.id,, DS melakukan hacking atau pembobolan secara ilegal, lalu mengubah tampilan situs menjadi gambar kartun bertuliskan "Jaman dulu korupsi adalah hal yang memalukan, sekarang menjadi hal yang biasa".

 

Sejauh ini, menurut Asep, DS sudah pernah meretas lebih dari situs milik pemerintah dan lembaga pendidikan. Diantaranya, DPRD Banten, Dinas Perdesaan Banten, dan Universitas Brawijaya. Selain itu sasaran retasnya adalah media-media online. DS baru ditangkap setelah ketahuan meretas Situs Bawaslu.

"Motif tersangka meretas hanya iseng semata, dan ia melakukannya secara acak. Dari penyelidikan kami, tidak ada tersangka lain. Ia melakukan sendiri dan tidak ada orang lain yang memesan untuk meretas situs dengan imbalan uang," ujar Asep.

Dijelaskan Asep, pelaku yang hanya lulusan SMP mempelajari teknik meretas secara autodidak dari sebuah group di facebook. Ia mulai belajar di sebuah warnet sejak tahun 2006. Selama dua tahun terakhir, ia berhasil meretas lebih dari 100 website yang kebanyakan milik lembaga pemerintah.

Dalam kasus itu, kata Asep, polisi menyita sejumlah barang bukti, antara lain sebuah handphone LG Magna warna hitam dengan logo mozila firefox, memory card, dan dua buah sim card. Sebuah akun email dendisaimam5@gmail.com yang terhubung dengan akun facebook Muhammad Acil (Alone) https://www.facebook.com/dendisaimam.1, sebuah CD berisi export akun email dendisaimam5@gmail.com juga disita polisi.

"Himbauan kami untuk masyarakat, jangan sekali kali melakukan peretasan pada situs apapun, ancaman hukumannya berat,"ujar Asep.