Home Politik Saat Partai Koalisi Tagih Janji Kursi Menteri

Saat Partai Koalisi Tagih Janji Kursi Menteri

14
0
SHARE
Saat Partai Koalisi Tagih Janji Kursi Menteri

Keterangan Gambar : Kabinet Presiden Jokowi

Jakarta, INTERNEWS - Pasca penolakan sengketa pemilu oleh Mahkamah Konstitusi (MK), sejumlah partai koalisi 01  secara terang-terangan mengajukan jumlah calon menteri untuk pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin. Tercatat Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengusulkan 10 menteri, sementara Partai Nasdem minta jatah kursi menterinya harus melebihi PKB. Menanggapi hal tersebut Wakil Sekretaris Jenderal DPP PDIP, Eriko Sotarduga mengatakan Sebagai kepala negara, Jokowi disebut punya hak prerogatif untuk menentukan jajaran menterinya.

"Misalnya PKB minta 10 menteri atau ada Nasdem minta 11 menteri wajar saja. Tidak ada yang keliru dalam hal itu. Namanya juga permintaan. Tetapi sekali lagi bahwa kami tentu tidak ingin mencampuri hak masing- masing partai dan keadaulatan dari masing- masing partai," kata Eriko di kantor DPP PDI Perjuangan, Jakarta, Kamis 4 Juli 2019 seperti dilansir viva.co.id.

Eriko mengatakan, partainya berkomitmen apa pun keputusan yang diambil Jokowi akan didukung secara penuh. Berbeda dengan partai lain, ia menyebut PDIP tidak pernah meminta jabatan, melainkan usul itu atas rembuk Jokowi dan Megawati Soekarnoputri selaku ketua umum. Apalagi, kata dia, Jokowi merupakan kader terbaik partai dan tentu punya pertimbangan matang ketika memilih para pembantunya.

"PDI Perjuangan tidak pernah meminta, belum pernah setahu saya di PDI Perjuangan meminta. Tetapi, tidak harus namanya meminta, pasti akan diberikan yang terbaik," jelas dia.

Sebelumnya, Anggota Dewan Pakar Partai Nasdem, Teuku Taufiqulhadi, menanggapi rencana rekan koalisinya PKB yang mengajukan 11 menteri di pemerintahan mendatang. Merespons itu, Taufiq menyatakan Nasdem juga berkeinginan sama bahkan melebihi partai pimpinan Muhaimin Iskandar atau Cak Imin tersebut.

Setidaknya, kata dia, kursi Menteri Perdagangan dan Jaksa Agung yang kini diisi oleh kadernya tak diganti. "Suara NasDem kan lebih besar daripada PKB di DPR, berdasarkan kursi, maka sepantasnya NasDem mengusulkan 11," kata Taufiqulhadi di Kompleks Parlemen, Senayan, Senayan, kemarin. (ATS)

Photo : Google image