Home Teknologi Sebut Indonesia Miskin, Menkominfo Kritik Pengusaha Malaysia

Sebut Indonesia Miskin, Menkominfo Kritik Pengusaha Malaysia

146
0
SHARE
Sebut Indonesia Miskin, Menkominfo Kritik Pengusaha Malaysia

Jakarta, INTERNEWS - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara buka suara terkait pernyataan pengusaha asal Malaysia yang menyatakan Indonesia adalah negara miskin. Ungkapan Indonesia adalah negara miskin sebelumnya terlontar dari pemilik taksi Big Blue Malaysia, Datuk Shamsubahrin Ismail saat menyuarakan penolakan terhadap Gojek.

"Tanya saja masyarakat Indonesia, miskin apa enggak? Gitu saja," kata Rudiantara kepada awak media di Jakarta, Rabu (27/8) seperti dilansir kontan. Seharusnya, Rudiantara menilai, Gojek tidak ditolak yang punya keinginan beroperasi di Malaysia. Namun, kehadiran Gojek dengan layanannya dipandang akan memberikan dampak pada masyarakat di Malaysia, utamanya dalam menghadirkan pilihan moda transportasi.

"Punya Malaysia boleh masuk ke Indonesia, masa Indonesia enggak boleh masuk ke Malaysia," kata Rudiantara. Dengan ada penolakan itu, Rudiantara berharap, Pemerintah Malaysia bisa berlaku adil, memberikan kesempatan usaha kepada siapapun. Apalagi, di kawasan Asia Tenggara atau ASEAN dikenal dengan satu pasar.

"Masa kita ditutup (ditutup). ASEAN mengenal satu pasar," ungkap Rudiantara. Sebelumnya, usai Gojek mendapat persetujuan dari Pemerintah Malaysia untuk beroperasi langsung mendapat beragam komentar dari pebisnis Malaysia.

Rabu (27/8), pemilik taksi Big Blue Malaysia Datuk Shamsubahrin Ismail meminta maaf setelah ucapannya yang menolak Gojek dengan menyebut Indonesia negara miskin menjadi viral. Dalam konferensi pers, dia mengaku akun media sosial hingga WhatsApp-nya dibanjiri pesan bernada kemarahan dan ketidakpuasan dari orang Indonesia.

Mengutip Malay Mail, Shamsubahrin menjelaskan, ucapannya berdasarkan pemberitaan di media massa mengenai kondisi ekonomi yang tengah terjadi di Indonesia. "Indonesia ada di hati saya. Begitu juga dengan orang-orangnya," ujarnya. "Jadi, saya meminta maaf atas ucapan saya berdasarkan laporan yang saya baca," kata Shamsubahrin.

Photo : Arah.com