Home Nasional Staf Ahli Kepresidenan di Rampok, Dokumen Penting Negara Dibawa Lari Pelaku.

Staf Ahli Kepresidenan di Rampok, Dokumen Penting Negara Dibawa Lari Pelaku.

161
0
SHARE
Staf Ahli Kepresidenan di Rampok, Dokumen Penting Negara Dibawa Lari Pelaku.

Keterangan Gambar : Staf Ahli Kepresidenan di Rampok, Dokumen Penting Negara Dibawa Lari Pelaku.

Internews.id, Jakarta - Seorang Tenaga Ahli (TA) Kantor Staf Presiden bernama Armedy Dewanga menjadi korban bandit jalanan di kawasan Tamansari, Jakarta Barat. Sejumlah dokumen negara disebutkan raib dibawa kabur perampok. 

Dari surat laporan kepolisian yang tersebar, peristiwa itu terjadi pada Jumat 8 Juni 2018 lalu. Modusnya, pelaku teriak kempes ban. Aksi kejahatan jalanan itu  sempat terekam kamera CCTV yang terpasang di Halte Transjakarta Glodok.

Dalam video terlihat ada tiga pelaku dengan dua motor terekam menjalankan aksinya. Satu pelaku dari sebelah kanan mobil menunjuk ke arah ban belakang mobil. Korban lalu berhenti dan turun untuk memeriksa kondisi ban mobilnya.

Kondisi ini lalu dimanfaatkan oleh kedua pelaku. Satu pelaku mengambil barang milik korban, satu pelaku lain berinteraksi dengan pemilik warung di depan mobil korban untuk mengalihkan perhatian. Tak berselang lama para pelaku kabur.

Kejadian itu membuat barang milik korban raib berupa Macbook ME294 late 2013 warna silver, tas herschel warna abu-abu gelap, hard disk Seagate 1tb, hardisk Western Digital putih 1 tb milik Kantor Staf Presiden, pin Sekretariat Militer Istana Kepresidenan, kartu nama Kantor Staf Presiden dan uang tunai sebesar  Rp3,3 juta.

Armedya telah melaporkan kejadian ini ke Polsek Metro Tamansari dengan nomor Laporan Polisi 1026/VI/2018/Sektor Tamansari. Kepala Staf Kepresidenan (KSP) bahkan sampai membuat pernyataan tertulis ke Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Hengki Haryadi agar kasus yang menimpa Armedya tersebut segera diselesaikan.

"Nanti akan secara resmi (disampaikan) sama KSP," ujar Armedya saat dikonfirmasi, Kamis (5/7/2018).

Sementara itu, Kapolsek Taman Sari AKBP Rully Indra Wijayanto dan Kasat Reskrim Polres Jakarta Barat AKBP Edy Sitepu sejauh ini belum merespons kejadian itu